Motif Baju Batik Pekalongan, Hasil Asimilasi Budaya dengan Nilai Historis yang Melegenda

Batik-Textiles

Batik sudah menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang keberadaannya telah diakui dunia. Masyarakat kita sangat akrab dengan jenis kain dan bahan pakaian yang satu ini. Baju batik merupakan salah satu pakaian berlatar belakang sejarah dan budaya yang menjadi salah satu identitas dan jati diri bangsa kita, dan juga merupakan produk berkelas internasional yang sangat digemari wisatawan dari mancanegara yang datang dari berbagai belahan dunia.

Salah satu motif baju batik yang sangat dikenal luas oleh masyarakat adalah motif batik Pekalongan. Batik Pekalongan merupakan salah satu dari beraneka ragam motif batik yang dimiliki bangsa kita. Dan motif batik yang satu ini juga termasuk desain tertua yang memiliki nilai historis sejak masa penjajahan kolonial Belanda di bumi nusantara terutama di tanah Jawa beberapa abad lampau.

Dikisahkan bahwa Panembahan Senopati, salah seorang prajurit dan pemimpin di lingkungan Keraton Jogjakarta kala itu mengumumkan tentang perang terbuka masyarakat Jogjakarta melawan penjajah Belanda. Dan akibatnya para bangsawan Keraton mulai terpecah belah dan banyak di antara mereka yang pergi menyelamatkan diri ke berbagai daerah lain di tanah Jawa, salah satunya ke daerah Pekalongan. Di wilayah-wilayah yang disambangi oleh para bangsawan beserta pengikutnya inilah, kerajinan batik yang memang sudah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Jogja kembali dihidupkan dan dikembangkan. Motif batik Jogja pun dimodifikasi sesuai keadaan wilayah baru yang mereka tinggali.

Batik Pekalongan adalah salah satu motif batik khas yang populer dengan sebutan batik pesisir. Dengan desain dan coraknya yang bersifat naturalist, motif batik Pekalongan dikenal akan keberagaman warna-warnanya yang atraktif juga desain yang bebas dan menarik. Meskipun beberapa desain corak batik ini memiliki kesamaan unsur dengan batik Jogjakarta maupun Solo, namun tetap saja ada ciri khas tersendiri dari batik Pekalongan ini. Banyak di antara desain batik Pekalongan yang sangat dipengaruhi oleh budaya China dan juga Belanda yang dibawa oleh para pendatang dan juga kaum kolonial masa itu.

Berikut ini adalah motif-motif batik Pekalongan yang sudah populer di kalangan warga setempat yang juga disukai oleh masyarakat luas di tanah air dan para pelancong luar negeri, yaitu antara lain:

  1. Batik Jlamprang

Motif Jlamprang adalah salah satu desain batik Pekalongan yang datang bersamaan dengan mulai berkembangnya ajaran Islam di wilayah tersebut. Karenanya, ornamen batik ini tidak mengangkat bentuk-bentuk gambar makhluk hidup yang amat dihindari oleh masyarakat muslim dalam desainnya. Selain itu ada juga pendapat yang menyatakan bahwa motif batik Jlamprang yang bermakna kerukunan hidup dipengaruhi oleh kebudayaan agama Hindu Syiva yang dianut penduduk setempat. Coraknya lebih condong ke bentuk-bentuk yang simetris dan geometris.

    2. Batik Liong

Motif Liong adalah salah satu desain batik yang banyak dipengaruhi oleh para pendatang etnis Tionghoa yang menetap di Pekalongan. Warna-warna berani dan desain berbentuk naga dan juga burung Pheonix bersayap yang merupakan hewan imaginer khas kebudayaan China mendominasi corak batik Pekalongan yang satu ini.

   3. Batik Semen

Inilah salah satu corak batik yang memiliki banyak kesamaan dengan corak batik Jogja dan Solo. Motif Semen yang diangkat oleh batik Pekalongan sedikit berbeda dengan corak batik Semen asal Jogja dan Solo yaitu dimana dalam corak batik Pekalongan, unsur gambar cicak yang mendominasi batik Semen Jogja ditiadakan. Ornamen khas baju batik ini adalah dominasi garis-garis dekoratif dan gambar burung garuda juga tumbuh-tumbuhan. Batik Semen ini memiliki makna kekuatan dan keteguhan hati.

Ingin mengetahui lengkap berbagai model baju batik terbaru? Silakan cek berbagai daftar ada di toko online ternama ini.

Leave a reply "Motif Baju Batik Pekalongan, Hasil Asimilasi Budaya dengan Nilai Historis yang Melegenda"