Tips Beli Rumah KPR agar Tak Tertipu Pengembang Nakal

144 views

Anda yang sudah memiliki keluarga pastinya memimpikan untuk memiliki rumah sendiri. Paling tidak, meskipun berpenghasilan rendah, Anda bisa beli rumah secara kredit ataupun KPR. Ini adalah solusi yang paling tepat untuk dilakukan guna memenuhi kebutuhan Anda akan tempat tinggal tanpa harus menyiapkan uang cash dalam jumlah yang tentu saja tidak sedikit.

1225052-kpr-rumah-seken-780x390

Biasanya, pembelian rumah secara KPR ini sudah disediakan oleh pengembang perumahan. Namun, Anda harus hati-hati. Tak semua pengembang adalah pengembang yang baik. Ada yang nakal dan membohongi konsumen untuk mendapatkan untung lebih banyak. Nah, untuk menghindarinya, Anda bisa menerapkan tips di bawah ini!

  1. Periksa Reputasi Pengembang

Membeli rumah sama seperti membeli barang lainnya. Anda harus benar-benar teliti dan cermat agar terhindari dari penipuan. Begitu juga dengan membeli rumah secara KPR. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan agar terhindar dari pengembang nakal adalah dengan memeriksa reputasi pengembang tersebut. Periksa dengan saksama.

Anda bisa melihatnya dari banyaknya bank yang bekerja sama dengan pengembang tersebut. Untuk lebih pastinya, Anda bisa menanyakan langsung kepada pihak bank apakah benar pihak pengembang tersebut mendapatkan dukungan darinya. Cara lainnya, Anda bisa mencari tahu proyek perumahan mana yang pernah dikembangkannya.

Lihatlah proses proyek pembangunan sebelumnya, jika benar bagus barulah Anda bisa yakin bahwa pengembang tersebut bukanlah pengembang nakal. Selain itu, Anda juga perlu memeriksa legalitas pengembang. Periksalah dari status badan hukum, legalitas hak atas tanah proyeknya dan perizinan seperti IMB dan izin lokasi.

  1. Cek Legalitas Tanah

Anda juga harus mengecek legalitas tanah. Pengembang yang baik harusnya sudah memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan atau HGB. Status ini biasanya memiliki jangka waktu tertentu dan diperpanjang jika proyek belum selesai. Anda bisa mengecek legalitas tanah ini dengan langsung datang ke Dinas Pertanahan setempat.

Perlu Anda ketahui, ada dua status dari sertifikat Hak Guna Bangunan. Pertama adalah dikuasai oleh negara, dan yang kedua adalah Hak Pengelolaan Lahan. Jika Anda ingin yang aman, maka pilihlah HGB yang dikuasai oleh negara. HGB yang dikuasai HPL sebenarnya aman, hanya saja Anda akan sulit saat melakukan perpanjangan waktu.

  1. Garansi Booking Free

Ketika Anda sudah menemukan dan memutuskan untuk beli rumah KPR dengan pengembang yang tepat, maka biasanya Anda harus memberi kepastian yang sering disebut booking fee. Jumlah uang yang harus Anda bayarkan biasanya berbeda untuk tiap pengembang perumahan.

Pastikan Anda mendapat kesepakatan tertulis mengenai pemesanan rumah dan pelengkapnya serta garansi akan booking fee yang sudah Anda berikan. Anda harus memastikan bahwa booking fee harus bisa kembali ke tangan Anda bila pihak bank tidak menyetujui pengajuan KPR Anda.

Jangan sepelekan masalah ini walaupun jika terdengar asing di telinga Anda. Ini penting dilakukan. Sebab, bila Anda tidak memastikannya dari awal, bisa-bisa uang yang sudah Anda berikan tidak akan kembali pada Anda. Banyak pihak pengembang yang tidak mengembalikannya atau paling tidak memotong sebagian booking fee bila pengajuan KPR Anda ditolak.

  1. Jangan Bayar DP sebelum KPR Disetujui

Saat beli rumah KPR, pastinya Anda harus memberikan down payment atau DP terlebih dulu. Dana ini biasanya dibayarkan langsung oleh pihak pembeli kepada pengembang. Namun, ingat! Jangan pernah membayar DP sebelum KPR Anda disetujui oleh pihak bank. Seperti booking fee, bisa-bisa DP yang Anda berikan tidak kembali bila KPR tak disetujui.

Bank pasti melihat kemampuan calon debiturnya baik secara finansial ataupun kemampuan melunasi cicilan KPR. Bila mereka melihat Anda tak sanggup melakukannya, maka jangan pernah bayarkan DP pada pihak pengembang. Anda akan kesulitan dalam menarik kembali dana tersebut atau bisa jadi dana yang Anda bayarkan dipotong.

  1. Pantau Proses Pembangunan Rumah

Setelah KPR disetujui dan Anda mengurus Perjanjian Pengikatan Jual Beli atau PPJB, sebaiknya Anda juga memantau proses pembangunan rumah. Rutinlah datangi lokasi pembangunan rumah Anda paling tidak sebulan dua atau tiga kali untuk memastikan rumah yang Anda pesan sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam perjanjian.

Biasanya, proses pembangunan ini berlangsung antara 6 hingga 12 bulan. Anda harus tetap datang selama masa pembangunan ini terjadi. Jangan sampai longgar dalam mengawasinya agar Anda mendapatkan rumah yang Anda inginkan. Anda sebaiknya berkaca dari pengalaman tidak enak yang sering di-share orang lain mengenai pembangunan rumah yang kurang mendapat pengawasan.

Nah, sekarang Anda sudah mengetahui bagaimana caranya beli rumah KPR yang tepat agar tidak tertipu oleh pengembang nakal, kan? Untuk itu, sekarang Anda bisa lebih hati-hati dalam memilih pengembang perumahan yang Anda inginkan. Membeli rumah dengan KPR memang bukan perkara mudah tapi bukan berarti sulit. Anda hanya perlu sikap ketelitian, kesabaran dan kepiawaian.